Tunggu Buku Pelajaran Dari Pusat

Pelaksanaan Kurikulum 2013

          Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Pasuruan telah mempersiapkan  diri menerapkan Kurikulum 2013, pada tahun ajaran 2014-2015. Namun, sejauh ini masih terkendala buku pelajaran yang belum diterima dari Pemerintah Pusat.

Jumlah Pencaker Terus Meningkat

Banyak yang pilih-pilih pekerjaan

            Jumlah orang yang membutuhkan pekerjaan di Kota Pasuruan, saban tahun terus meningkat. Bahkan, sampai Mei 2014, jumlahnya mencapai 325 orang. Jumlah itu yang terpantau di dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (dinsosnakertrans) kota setempat melalui permohonan surat kuning.

            Pada 2012, dari catatan dinsosnakertrans, ada 1.012 orang pencaker. Sedangkan, pada 2013 jumlah meningkat menjadi 1.351 orang. Pada 2014 sampai akhir Mei, sudah mencapai 325 orang. “Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung meningkat. Paling banyak lulusan SMA, itu terlihat dari data kami untuk jumlah pembuatan kartu kuning,” ujar Kadinsosnakertrans Kota Pasuruan Giri Prayogo.

Satpol PP Siap Razia Miras

Para pedagang yang tanpa izin menjual minuman keras (miras) di Kota Pasuruan, siap-siap digaruk aparat satpol PP setempat. Sebab, pasukan penegak peraturan daerah itu telah merancang agenda razia menjelang Ramadhan 1435 Hijriah, yang kurang sekira sebulan lagi.

            Kasatpol PP Kota Pasuruan Erwin Hamonangan mengatakan, pihaknya sudah menyusun sejumlah agenda menjelang Ramadhan. Terutama untuk operasi cipta kondisi. “Tujuannya agar masyarakat bisa tenang selama menjalankan ibadah di bulan suci itu,” ujarnya.

Akses Jalan Stadion Kenai Jalan Kabupaten

            Persiapan pembangunan stadion baru di Kota Pasuruan terus dilakukan oleh Pemkot Pasuruan. Setelah sebelumnya pemkot sudah merencanakan pembangunan akses jalan menuju stadion baru di tahun depan, pemkot juga akan melakukan pelebaran jalan yang menuju lokasi stadion baru tersebut. Pengerjaannya pun akan melintasi jalan kabupaten.

            Stadion kedua Kota Pasuruan rencananya akan dibangun di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Lokasi yang akan digunakan saat ini masih berupa areal persawahan. Namun, di lokasi tersebut sudah tersedia jalan desa. Nah, jalan inilah yang rencananya bakal dilebarkan. Sehingga kedua akses jalan menuju stadion baru bakal siap di tahun 2015 mendatang.

Berharap Masuk Nominasi

Setelah sukses menyabet Piala Adipura tiga kali berturut-turut pada tahun 2011,2012 dan 2013, Kota Pasuruan digadang-gadang meraih Adipura Kencana. Pemkot pun berharap Kota Pasuruan bisa masuk sebagai salah satu nominator untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut.

          Asa pemkot sebenarnnya sedang tinggi, pasca tim juri Piala Adipura Kencana mendatangi Kota Pasuruan untuk melakukan penilaian lanjutan dan verifikasi sebagai calon nominator. Setelah melewatio proses-proses tersebut, Kota Pasuruan akan maju menjadi nominator.

          “Karena Kota Pasuruan sudah tiga kali bertuirut-turut  yajni sejak 2011 hingga 2013 mendapatkan Adipura dan nilainya diatas 75. “kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kots Pasuruan Yudi Andi Prasetya. BLH pun sudah melakukan persiapan untuk meraihnya.

Dewan Desak Pemkot Sosialisasikan Perwali

Dewan di komisi B menyayangkan sikap Pemkot Pasuruan karena dinilai kurang menyosialisasikan raperda yang sudah memiliki perwali. Salah satunya adalah tentang Perwali Santunan Kematian. Komisi B menilai, pemberian santunan kematian tersebut juga tidak dilengkapi tentang masa pencairan dana kematian.

          “Semestinya, sejak Januari lalu sudah dimulai sosialisasinya dan pemberian santunan tersebut juga sudah sah diberikan kepada masyarakat miskin. Namun, kenyataannya di tingkatan RW atau RT saja masih banyak yang belum mengetahui adanya perwali tersebut,” ujar Ismu Hardiyanto, dewan di komisi B.

          Sementara itu, menurut Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Pasuruan Giri Prayogo. Pighaknya sudah melakukan sosialisasi di tingkat Kecamatan dan kelurahan yang selanjutnya akan diteruskan kepada RT dan RW setampat.

          “Sudah ada sosialisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, selanjutnya akan diteruskan ke tingkatan RT dan RW semua memang butuh tahapan,” terangnya. (Radar Pasuruan)