Jasa

Untuk mendukung potensi wisata yang ada di Kota Pasuruan, Pemerintah Kota Pasuruan sudah menyediakan sarana prasarana pendukungnya yaitu antara lain dengan telah dibangunnya Parkir Wisata Kota Pasuruan.Di dalam Parkir Wisata ini sudah tersedia kios/stand untuk tempat berjualan souvenir-souvenir atau oleh-oleh khas Kota Pasuruan. Semua kendaraan khususnya bus wisata yang mengantarkan rombongan wisata ke obyek wisata makam KH. Abdul Khamid harus parkir di tempat ini, sehingga Parkir Wisata ini berpotensi untuk mengembangkan usaha di bidang perdagangan.. Di parkir wisata ini juga ada kantor layanan informasi wisata milik Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan.  Pemerintah Kota Pasuruan membuka kesempatan kerjasama bagi para investor untuk mengembangkan usaha perdagangan di Parkir Wisata ini untuk pengembangan Parkir Wisata Kota Pasuruan.

Taman Kota Pasuruan Jl. Pahlawan N0.28 Pasuruan adalah salah satu landskap di Kota Pasuruan sisa peninggalan Pemerintah Hindia Belanda. di masa lalu, Taman Kota ini dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, seperti tenis lapangan yang dimanfaatkan oleh para ekspatriat dari Belanda untuk berekreasi. Namun sekarang ini 'wajah' Taman Kota banyak mengalami perubahan. Meskipun demikian, masih terlihat benang merah yang menggambarkan peran pentingnya di masa lalu.

 

 

Rumah Singa (Bekas rumah keluarga Han)  Rumah dengan aksen China ini dibangun sekitar abad ke-19. Dilihat dari gaya arsitekturnya, rumah singa ini menganut aliran Indische Empire atau Dutch Indies. Gaya arsitektur Empire bersumber dari villa Dinasti Lodewijk di perancis. kemudian ketika di introducir ke Hindia Belanda dengan iklim tropisnya muncullah gaya arsitektur 'baru' yakni Indische Empire. Bangunan ini terletak di Jalan Hasanudin.      

 

 

 

Gedung Pusat Penelitian Perkebunan Gula (P3GI) didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 9 Juli 1887 dengan nama "het Proefstation oos Java". Gedung ini terletak di jl. Pahlawan No. 25. Ada dua hal yang melatarbelakangi berdirinya P3GI : menanggulangi serangan penyakit "Sereh" yang melanda hampir seluruh tanaman tebu di dunia serta untuk mengimbangi dan memenangkan persaingan/ancaman gula bit khususnya dari Eropa saat itu.  Ternyata P3GI mampu mengendalikan penyakit "Sereh" dengan dikembangkannya varietas unggul tahan penyakit "Sereh" yaitu varietas POJ2878. Menurut Encyclopaedie Van Nederlandsch Indie, adanya POJ ini menjadikan Kota Pasuruan begitu terkenal di seluruh mancanegara. Varietas tersebut diberi inisial POJ (Proefstation Oost Java) dan sejak tahun 1957 diberi inisial        PS = Pasuruan

Gedung Wolu Jl. Sukarno Hatta adalah satu dari sekian banyak bangunan kuno yang hingga sekarang ini tetap eksis di Kota Pasuruan. Bangunan bergaya Indische Empire ini masih terawat baik, karena oleh pemiliknya dialihkan fungsinya sebagai aula pertemuan dan juga untuk rumah makan. Bangunan ini di masa lalu masuk dalam kawasan Wijkenstelsel.

    


Wisata Religi

Kota Pasuruan memiliki potensi wisata yang bernuansa Islami berupa Masjid Jami’ (Masjid Agung Al Anwar) yang merupakan masjid tertua di Kota Pasuruan di mana di dalam kompleks masjid terdapat makam KH. Abdul Hamid seorang ulama kharismatik pendiri Pondok Pesantren Salafiyah yang hari wafatnya (tanggal 9 Robiul Awal) selalu diperingati dan dihadiri oleh ribuan umat Islam bukan hanya berasal dari Pasuruan saja melainkan juga dari luar daerah bahkan luar propinsi.

Di samping itu, terdapat Makam Mbah Slagah yang di masa mudanya bernama Mbah Hasan Sanusi, seorang pejuang dan ulama besar. Hari wafatnya selalu diperingati oleh umat Islam di Pasuruan setiap Hari Raya ketujuh (Hari Raya Ketupat) tepatnya pada tanggal 8 Syawal.